Wednesday , February 26 2020
Home / indonesia / 1.604 Kasus Orang Penyakit Paru-paru Menghisap Vape

1.604 Kasus Orang Penyakit Paru-paru Menghisap Vape



Jakarta, CNN Indonesia – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat penyakit couple-few Yang Berhubungan Dengan vape atau rokok elektrik terus bertambah menjadi 1.604 kasus. Di antaranya, 35 orang meninggal dunia.

Jumlah ini meningkat dari 1.479 kasus yang dilaporkan pada pecan lalu. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah, mengingat penggunaan vape tengah menjadi tren.

Penyakit paru-paru terkait vape ini ditemukan hampir di seluruh negara bagian AS. Hanya negara bagian Alaska yang tidak memiliki kasus tersebut. Karenanya, AS menetapkan penyakit a few-paru yang berkaitan dengan vape ini sebagai epidemi.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari penyakit yang menyerang paru-paru. CDC hanya menyebut sebagai penyakit para-para terkait vape atau Vaping Associated Pulmunory Injury (VAPI / EVALI) lantaran satu-satunya pasiennaa menggunakan rokok elektrik.

Penyakit ini merusak a few-dan dan menimbulkan gay meliputi sesak napas, muntah, hingga hilang kesadaran.

Orang yang mengalami penyakit paru-paru terkait vape menggunakan rokok elektrik setidaknya selama 90 hari terakhir.

Mayoritas menggunakan produk yang menggunakan tetrahydrocannabinol atau THC, a component of psicoactif utama rains ganja.

CDC dan sejumlah lembaga lainnya terus meneliti zat dan bahan kimia yang terkandung di dalam vape untuk mengetahui lebih lanjut penyebab pasti dari penyakit ini. CDC telah merekomendasikan untuk tidak menggunakan rokok elektrik untuk mencegah penyakit.

[Gambas:Video CNN]Sejumlah negara bagian di AS, seperti New York bahkan sudah melarang penjualan rococo electrician dengan race mint dan menthol untuk mencegah penyakit para-para terkait vape.

Di Indonesia sendiri, belum ada pelaporan dan pencatatan penyakit paru-paru terkait vape.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Agus Dwi Susanto mengatakan belum ada tata laksana terkait penyakit akibat vape di seluruh dunia. Akibatnya, kebanyakan pasien didiagnosis dengan pneumonia atau radang para biasa, tanpa diketahui penyebabnya.

"Mungkin saja kasus serupa banyak ditemukan oleh dokter-dokter lain, tapi hanya digolongkan sebagai penyakit a few saia," kata agus, beberapa vacu lalu

(PTJ / bir)


Source link