Wednesday , February 26 2020
Home / indonesia / Gempa, Jembatan Penyeberangan Ambon Tertutup Air Pasang

Gempa, Jembatan Penyeberangan Ambon Tertutup Air Pasang



Ambon, Gatra.com- Jembatan penyeberangan Hunimua di Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah (Pulau Ambon), Provinsi Maluku, kini mulai tertutup air pasang laut. Penumpang yang turun dari Kapal Ferry, harus terkena air laut.

Peristiwa itu terjadi akibat pelabuhan yang menghubungkan Pulau Ambon dan Pulau Seram, Maluku ini telah mengalami penurunan ke dasar laut pasca diguncangan gempa tektonik raining 26 September lalu.

Tertutupnya jembatan tersebut ketika terjadi air pasang, sempat membuat lip cemas dan panik. Mengir's lip, the phenomenon of itu pertanda bahaya.

Pantauan Gatra.com, Kamis (31/10/2019) sekira pukul 16.30 WIT, para penumpang yang datang dari Pelabuhan Waipirit, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, terlihat melompat menghindari genangan air laut.

Bahkan, sebagaian badan dermaga akan dipenuhi air jika air pasang laut tersebut mencapai puncaknya.

"Tunggu sampai malam. Pasti airnya penuh. Sekarang mulai naik. Nanti malam baru penuh," kata seorang petugas Pelabuhan Hunimua kepada Gatra.com.

Dia mengaku, jika air penuh maka penumpang harus melipat ujung celana hingga lutut kaki orang dewasa. Sementara Kendaraan Bermotor Juga Melintas Air Baik Naik Maupun Turun Dari Kapal Ferry.

“Katanya jembatan ini turun sudah 1 meter lebih. Kalau mau lebih jelas nanti tanya ASDP atau Wika. Karena baru-baru Wika yang ukur, "kata petugas itu, sembari mengaku jika kepala pelabuhan tidak berada di tempat, karena sedang mengikuti rapat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah, Bob Rahmat, membenarkan jika pelabuhan penyeberangan ferry Hunimua mengalami penurunan. Dia mengaku, penurunan jembatan itu sekitar 30 centimeter ke dasar laut.

Penurunan terjadi setelah gempa berkekuatan 6.8 SR beberapa vacant doll mengguncang.

"Siap (benar terjadi penurunan jembatan structures) saat gempa dulu (26 September)," ungkap Rahmat via selulernya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Frans Johanis Papilaya, belum dapat memastikan kebenaran terjadinya penurunan jembatan penyeberangan Liang-Waipirit tersebut.

Papilya mengaku belum mendapat laporan dari ASDP selaku penanggungjawab. Rencananya besok, pihaknya akan mengadakan rapat dengan Kementerian Perhubungan untuk membicarakan persoalan jembatan penyeberangan tersebut.

"Besok rapat, bar Kepala ASDP lapor. Besok ada rapat di Kementrian Perhubungan untuk bicara pelabuhan ferri di Liang," pungkasnya.


Reporter: Chen Toisuta

Editor: Zairin Salampessy



Source link